Jumat, 16 Januari 2009

Episiotomi, Irisan Bedah Kelahiran

Ubah ke Bahasa Inggris

Episiotomi adalah irisan yang dibuat dokter untuk melebarkan vagina sehingga kelahiran menjadi lebih lancar. Hal ini untuk menjaga vagina sobek tidak teratur sebagai akibat dorongan kelahiran. Terkadang hal tersebut juga mempermudah dokter untuk mempercepat kelahiran, misalnya karena bayi susah keluar.
Bagaimana hal tersebut dilakukan?

Biasanya dokter atau bidan yang melakukan proses yang akan melakukan episiotomi. Episiotomi ini dilakukan bila:
• Vagina tidak cukup meregang yang memungkinkan bayi keluar
• Bayi diperkirakan terlalu besar, biasanya di atas 4 kilogram
• Tang forcep dan alat vakum biasanya harus digunakan untuk membantu kelahiran
• Bila hasil monitoring menunjukkan bahwa bayi diperkirakan tidak mendapat suplai oksigen yang cukup dan harus segera dilahirkan dengan cepat
• Vagina mulai sobek saat kepala bayi mulai muncul
• Bila bahu bayi melintang


Bagaimana episiotomi dilakukan?

Saat kepala bayi mulai terdorong oleh kontraksi ibu keluar melalui pembukaan, obat bius mulai disuntikkan ke bagian perineum ibu (bagian antara anus dan vagina). Potongan dilakukan sepanjang antara 5 sampai 7,5 centimeter. Dan setelah bayi lahir dan ari-ari juga telah keluar, maka sayatan tersebut akan dijahit kembali.

Episiotomi dilakukan untuk mencegah sobek vagina lebih besar dan tak beraturan selama kelahiran. Sayatan ini akan sembuh kembali (meski memakan waktu). Pembukaan dan sobek tak terkendali dimungkinkan karena peregangan yang tidak perlu karena kontraksi yang tak terkontrol. Sobekan tak terkendali tersebut dapat berakibat pada:
• Urinary incontinence, dimana ibu tidak mampu menahan buang air kecil
• Prolapsed bladder, kantong kemih turun menuju dinding vagina
• Prolapsed rectum, kantong air besar turun menuju vagina
Episiotomi dapat menghindari masalah tersebut.

Sekeluar dari rumah bersalin, luka sayatan tersebut harus dijaga tetap bersih. Hal ini penting untuk menjaga timbulnya infeksi dan mempercepat kesembuhan. Jahitannya sendiri dapat hilang dengan sendirinya setelah beberapa waktu dan tak perlu dibuang. Untuk memperceppat penyembuhan episiotomi dapat dilakukan:
• Ibu perlu berendam air hangat beberapa kali sehari. Basuh area genital yang luka tersebut dengan lembut.
• Nyeri dan perih bisa dikurangi dengan mengompres luka dengan es atau duduk dengan alas balon donat (semacam ban berenang)
• Hindari susah BAB agar jaringan tidak selalu meregang terlalu banyak dan banyak minum (8 sampai 10 gelas setiap hari)
• Hindari hubungan intim sekurangnya 6 minggu setelah melahirkan.
• Obat-obatan penghilang nyeri dapat dipakai
• Konsultasikan ke dokter bila terdapat peradangan dan untuk memeriksa apakah episiotomi telah sembuh dengan sempurna.

Apakah bisa terjadi komplikasi?

Sangat jarang, episiotomi dapat memanjang sampai ke saluran rectum (saluran anus). Biasanya komplikasi terjadi karena adanya infeksi, memar atau pembentukan lubang baru antara vagina dan rectum yang sering disebut dengan fistula

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar