Senin, 01 Februari 2010

Waspadai Ancaman Batu Empedu

Switch to Bahasa Inggris

Cholelitiasis atau sering dikenal dengan batu empedu adalah timbunan kristal yang terjadi dalam kandung empedu. Jika batu empedu ditemukan dalam saluran empedu maka dinamakan koledokolitiasis.

“Deteksi dini terhadap gangguan cholelitiasis sangatlah penting agar tidak mengganggu kualitas hidup penderita, dan hal ini dapat dilakukan melalui pemeriksaan fungsi hati, USG dan CT Scan. Bahkan dengan perangkat yang lebih canggih, diagnosis yang paling akurat untuk radang kandung empedu (kolesistitis akut) dapat diperoleh dari pemeriksaan skintigrafi hepatobilier, yang memberikan gambaran dari hati, saluran empedu, kandung empedu dan bagian atas usus halus”, diungkapkan oleh Dr. Sigit Tjahyono, yang juga selaku Chief of Medical Committee RS Puri Indah.

Secara umum terdapat 3 macam jenis batu yang mungkin terjadi, yaitu:
1. Batu kolesterol, terjadi saat mana cairan empedu mengandung sejumlah besar kolesterol yang biasanya tetap berbentuk cairan. Bila cairan empedu menjadi jenuh kolesterol, maka kolesterol menjadi tidak larut dan membentuk endapan. Kasus ini mencapai 80 persen dari kasus penyakit batu empedu.
2. Batu bilirubin, terjadi apabila konsentrrasi bilirubin dalam cairan empedu yang tidak terkonjugasi meningkat. Bilirubin ini mempunyai kecenderungan berikatan dengan kalsium, membentuk presipitat yang tidak larut. Dengan meningkatnya konsentrasi bilirubin, kalsium bilirubinate dapat mengkristal dan kemudian membentuk batu. Dengan berjalannya waktu, berbagai macam oksidasi yang terjadi mengakibatkan bilirubin mengendap. Karena warnanya, batu ini dikenal sebagai batu hitam.
3. Batu campuran, merupakan campuran kedua macam batu tesebut di atas.

Untuk mewaspadai penyakit ini dapat digunakan patokan 4F:
• Wanita (female) meskipun kaum pria juga bukannya tidak rentan terhadap gangguan ini, karena pola makan yang tidak sehat juga dapat menjadi faktor pemicu terjadinya cholelitiasis.
• Usia 40 tahun (forty)
• Diet tinggi lemak (fatty)
• Masih dalam reproduksi aktif (fertile)

Pada dasarnya penyakit ini tidak perlu dikhawatirkan dan tidak diperlukan penanganan medis selama tidak menimbulkan ketidaknyamanan seperti sakit atau nyeri tertentu. Tetapi untuk mengetahui gejala awal memburuknya cholelitiasis ini biasanya akan terasa gejala-gejala:
• Nyeri di perut kanan atas, kadang kala seperti diperas dan hilang timbul, menyebar ke belakang bahu kanan. Dapat terjadi beberapa menit hingga beberapa jam.
• Demam
• Mual
• Muntah
• Kuning (ikterik)

Untuk memastikan apakah seseorang mengidap cholelitiasis harus dilakukan pemeriksaan medis, karena terkadang pasien merasa hanya seperti gejala maag saja. Pemeriksaan Penunjang untuk mendeteksi adanya batu empedu dilakukan dengan pemeriksaan:
1. Tes fungsi Hati
2. Pada batu kandung empedu, umumnya Gamma GT dan Alkaline Phosphatase meningkat.
3. USG Abdomen
4. Terlihat gambaran batu pada kandung empedu serta kadangkala dapat terlihat pada saluran empedu.
5. Pemeriksaan lainnya seperti CT Scan apabila pada pemeriksaan USG Abdomen tidak dapat menggambarkan dengan jelas.

Jika telah memasuki tahapan akut (Kolesistitis Akut) maka akan terjadi peradangan dari dinding kandung empedu, biasanya merupakan akibat dari adanya batu empedu di dalam duktus sistikus, yang secara tiba-tiba menyebabkan serangan nyeri yang luar biasa.

Sekitar 95% penderita peradangan kandung empedu akut, memiliki batu empedu. Kadang, peradangan yang terjadi disebabkan oleh infeksi bakteri. Sebelum merasakan nyeri yang luar biasa di perut bagian atas secara tiba-tiba, penderita biasanya tidak menunjukan tanda-tanda penyakit kandung empedu.

Sementara Kolesistitis akut tanpa batu (5%) merupakan penyakit yang serius dan cenderung timbul setelah terjadinya:
• Cedera akibat adanya hematom, dll.
• Infeksi yang disebabkan luka bakar
• Sepsis (infeksi yang menyebar ke seluruh tubuh)

Pengaruh infeksi dari penyakit-penyakit yang parah (terutama penderita yang menerima makanan lewat infus dalam jangka waktu yang lama). Gejala batu empedu akut ini antara lain:
• Nyeri di perut kanan bagian atas, bertambah hebat bila penderita menarik nafas dalam dan sering menjalar ke bahu kanan.
• Mual
• Muntah
• Demam ringan, semakin lama cenderung meninggi.
• Biasanya serangan nyeri berkurang dalam 2-3 hari dan kemudian menghilang dalam 1 minggu.

Bila terjadi Komplikasi maka akan terjadi
• Demam tinggi, menggigil, peningkatan jumlah leukosit dan berhentinya gerakan usus (ileus) dapat menunjukkan terjadinya abses, gangren atau perforasi kandung empedu.
• Serangan yang disertai jaundice (sakit kuning) atau arus balik dari empedu ke dalam hati menunjukkan bahwa saluran empedu telah tersumbat sebagian oleh batu empedu atau oleh peradangan.
• Jika pemeriksaan darah menunjukkan peningkatan kadar enzim amilase, mungkin telah terjadi peradangan pankreas (pankreatitis) yang disebabkan oleh penyumbatan batu empedu pada saluran pankreas (duktus pankreatikus)

Untuk pengobatan maka penderita akan diharuskan untuk dirawat di rumah sakit dan diberikan cairan dan elektrolit intravena serta tidak diperbolehkan makan maupun minum.

Kemungkinan dokter akan memasang pipa nasogastrik untuk menjaga agar lambung tetap kosong sehingga rangsangan terhadap kandung empedu dapat dikurangi. Jika diduga ada kolesistitis akut, pasien akan diberi antibiotik sesegera mungkin.

Jika diagnosis sudah dapat dipastikan dan resikonya kecil, biasanya pembedahan untuk mengangkat kandung empedu akan dilakukan pada hari pertama atau kedua sejak pasien dirawat. Jika penderita menderita penyakit lainnya yang dapat meningkatkan resiko pembedahan, operasi akan ditunda sampai pengobatan terhadap penyakitnya tersebut berjalan baik. Jika serangannya mereda, kandung empedu bisa diangkat minimal 6 minggu kemudian. Akan tetapi jika terdapat komplikasi (misalnya abses, gangren atau perforasi kandung empedu), pembedahan perlu dilakukan segera.

Apabila tidak ditemukan gejala, maka biasanya tidak memerlukan pengobatan, hanya memerlukan perubahan pola makan. Namun apabila batu empedu sudah menyebabkan serangan nyeri berulang walaupun sudah pola makan sudah diatur dengan baik, pasien dianjurkan untuk menjalani pengangkatan kandung empedu (cholesystektomi).

Cholesistektomi dapat dilakukan secara konvesional atau secara laparoskopik. Sejak laparoskopik dipekenalkan pada tahun 1990, maka kolesistektomi laparoskopik mulai banyak dilakukan dan sekarang ini sekitar 90% kolesistektomi dilakukan secara laparoskopi.

Kolesistektomi laparoskopi merupakan operasi mengangkat kandung empedu melalui selang yang dimasukkan lewat sayatan kecil di dinding perut. Jenis pembedahan ini memiliki keuntungan sebagai berikut:
• mengurangi rasa tidak nyaman pasca pembedahan
• memperpendek masa perawatan di rumah sakit.

Read More..

Selasa, 26 Januari 2010

Animax Suguhkan Serial Anime Komedi Samurai Champloo

Switch to Bahasa Inggris

Animax akan menghadirkan serial anime baru yang unik dan bernuansa komedi: Samurai Champloo ke layar kaca pemirsa di Asia. Tayang perdana 27 Januari 2010 dan ditayangkan tiap Rabu pukul 19:00 WIB di Animax, Samurai Champloo menyajikan pertarungan pedang a la Samurai yang seru dan komedi slapstick di Jepang dalam masa pemerintahan Kaisar Edo, dengan perpaduan budaya hip hop moderen, seperti rap, breakdance, musik DJ, slang, graffiti dan musik hip hop yang membuat serial ini unik namun mengasyikkan dan merupakan serial anime pertama yang melakukan penggabungan tersebut.

Samurai Champloo mengisahkan tentang Mugen, petarung tengil yang hidup nomaden dan memiliki gaya bertarung a la breakdance yang bertemu dengan seorang samurai yang kalem namun memiliki jurus-jurus mematikan, Jin. Mereka bertarung di sebuah kedai teh dan ditahan oleh aparat setempat karena dituduh telah menyulut kebakaran di kedai itu dan menyebabkan seorang tewas. Untungnya, Fuu, pramusaji muda yang bekerja di kedai teh itu menyelamatkan mereka dari eksekusi mati. Untuk membalas budi kebaikan Fuu, kedua petarung ini sepakat untuk mengesampingkan permusuhan di antara mereka dan terpaksa bergabung dalam petualangan Fuu untuk menemukan seorang samurai yang mengeluarkan aroma tubuh seperti bunga matahari. Berbagai aksi dan komedi terjadi dan persahabatan pun tumbuh di antara trio tersebut dalam petualangan mereka.

Serial 26 episode yang menegangkan tapi mengocok perut ini diciptakan dan disutradari oleh Shinichiro Watanabe (Cowboy Bebop dan Animatrix), dirancang oleh Kazut Nakazawa (Kill Bill Vol. 1) dan Mahiro Maeda (Last Exile), diproduksi oleh studio Manglobe dan diperkuat oleh suara latar yang dibuat oleh Tsutchie, Fat Jon, Nujabes dan Force of Nature yang bernuansa rap dan hip hop.

Saksikan aksi dan berbagai kelucuan yang dilakukan trio petarung ini di Animax setiap Rabu pukul 19:00-19:30 mulai 27 Januari 2010.

Karakter

Samurai Champloo mengisahkan tiga individu yang asalnya saling tidak mengenal yang kemudian bersatu untuk berpetualang di Jepang.

Fuu – seorang remaja berusia 15 tahun yang tidak memiliki orang tua. Ibunya telah meninggal dan ayahnya telah lama menghilang. Walau posturnya yang mungil dan tampangnya yang lucu menunjukkan dirinya sebagai orang yang lemah dan tidak berdaya, Fuu adalah orang yang tegas dan tidak mau diganggu. Ia berani dan memiliki kemauan tinggi dan konsisten untuk mencapai cita-citanya. Ia bersikeras untuk menjalani misi pribadinya: mencari samurai misterius yang memiliki bau seperti bunga matahari. Walau ia tidak mampu menggambarkan secara detil siapakah dan bagaimana sosok samurai itu, dan apa hubungan Fuu dengan samurai serta mengapa ia harus menemukannya. Ia berhasil meyakinkan dan merekrut Mugen dan Fuu untuk membantunya mencapai misinya.

Mugen – seorang pengembara yang agresif dan sangat suka berterus terang, ia terkesan sebagai orang yang sok tahu dengan perilaku yang menyebalkan. Ia menjadi anak yatim piatu sejak sangat kecil, ia membesarkan dirinya sendiri di lingkungan yang keras. Gayanya bertarung sangat khas dengan unsur breakdance dan ia menamakannya sebagai “champuru kendo”, yang sebagian diambil dari semua jenis bela diri dan sebagian ia ciptakan saat ia bertarung dengan musuh-musuhnya. Mugen yang mengenakan anting-anting logam dan selalu membawa pedang Jepang di punggungnya, direkrut oleh Fuu bersama Jin untuk mencari seorang Samurai yang memiliki bau seperti bunga matarahari.

Jin – sosok yang penuh disiplin dan penuh kharisma, ia paling dewasa dibanding dua rekan lainnya. Ia adalah petarung yang terlatih dan memiliki kemampuan bertarung dengan pedang yang sangat mematikan. Jin merupakan keturunan keluarga samurai yang kemudian mengikuti disiplin dan falsafah hidup samurai dengan sangat patuh. Ia pun selalu mengenakan pakaian a la samurai. Jin memiliki dua kepribadian yang berbeda, dalam keseharian, Jin adalah orang yang penyendiri dan pasif yang melakukan sesuatu sesuai permintaan dan membiarkan teman-temannya mengajak ia kemanapun dan memiliki rasa hormat yang sangat tinggi pada orang yang lebih senior, dan di sisi lain Jin adalah petarung yang memiliki kecepatan bak petir saat ia menggunakan pedangnya. Ia terlihat sebagai sosok yang hidup saat ia bertarung.

Read More..

Rabu, 13 Januari 2010

Sebuah Renungan


Hari ini saya tanpa sengaja membuka arsip2 email. Tak sangka mata ini terhenti pada sebuah subject email "Sebuah Renungan" yang sempat saya kirim ke beberapa teman hampir 5 tahun yang lalu. Inilah isi email tersebut dan semoga dapat menjadi renungan bagi kita betapa kita sesungguhnya telah berlebihan dalam hidup dan dzalim pada diri kita sendiri.

---------------------------------------------------------------------------------

Dari pinggir kaca nako, di antara celah kain gorden, saya melihat lelaki itu mondar-mandir di depan rumah. Matanya berkali-kali melihat ke rumah saya.Tangannya yang dimasukkan ke saku celana, sesekali mengelap keringat di keningnya. Dada saya berdebar menyaksikannya. Apa maksud remaja yang bisa jadi umurnya tak jauh dengan anak sulung saya yang baru kelas 2 SMU itu?

Melihat tingkah lakunya yang gelisah, tidakkah dia punya maksud buruk dengan keluarga saya? Mau merampok? Bukankah sekarang ini orang merampok tidak lagi mengenal waktu? Siang hari saat orang-orang lalu-lalang pun penodong bisa beraksi, seperti yang banyak diberitakan koran. Atau dia punya masalah dengan Yudi, anak saya?
Kenakalan remaja saat ini tidak lagi enteng. Tawuran telah menjadikan puluhan remaja meninggal. Saya berdoa semoga lamunan itu salah semua. Tapi mengingat peristiwa buruk itu bisa saja terjadi, saya mengunci seluruh pintu dan jendela rumah. Di rumah ini, pukul sepuluh pagi seperti ini, saya hanya seorang diri. Kang Yayan, suami saya, ke kantor. Yudi sekolah, Yuni yang sekolah sore pergi les Inggris, dan Bi Nia sudah seminggu tidak masuk. Jadi kalau lelaki yang selalu memperhatikan rumah saya itu menodong, saya bisa apa? Pintu pagar rumah memang terbuka. Siapa saja bisa masuk. Tapi mengapa anak muda itu tidak juga masuk? Tidakkah dia menunggu sampai tidak ada orang yang memergoki?
Saya sedikit lega saat anak muda itu berdiri di samping tiang telepon. Saya punya pikiran lain. Mungkin dia sedang menunggu seseorang, pacarnya, temannya,adiknya, atau siapa saja yang janjian untuk bertemu di tiang telepon itu. Saya memang tidak mesti berburuk sangka seperti tadi. Tapi di zaman ini,dengan peristiwa-peristiwa buruk, tenggang rasa yang semakin menghilang, tidakkah rasa curiga lebih baik daripada lengah? Saya masih tidak beranjak dari persembunyian, di antara kain gorden,di samping kaca nako. Saya masih was-was karena anak muda itu sesekali masih melihat ke rumah. Apa maksudnya? Ah, bukankah banyak pertanyaan di dunia ini yang tidak ada jawabannya.
Terlintas di pikiran saya untuk menelepon tetangga. Tapi saya takut jadi ramai. Bisa-bisa penduduk se-kompleks mendatangi anak muda itu. Iya kalau anak itu ditanya-tanya secara baik, coba kalau belum apa-apa ada yang memukul. Tiba-tiba anak muda itu membalikkan badan dan masuk ke halaman rumah.
Debaran jantung saya mengencang kembali. Saya memang mengidap penyakit jantung. Tekad saya untuk menelepon tetangga sudah bulat, tapi kaki saya tidak bisa melangkah. Apalagi begitu anak muda itu mendekat, saya ingat, saya pernah melihatnya dan punya pengalaman buruk dengannya. Tapi anak muda itu tidak lama di teras rumah. Dia hanya memasukkan sesuatu ke celah di atas pintu dan bergegas pergi. Saya masih belum bisa mengambil benda itu karena kaki saya masih lemas.
> * * *
Saya pernah melihat anak muda yang gelisah itu di jembatan penyeberangan, entah seminggu atau dua minggu yang lalu. Saya pulang membeli bumbu kue waktu itu, Tiba-tiba di atas jembatan penyeberangan, saya ada yang menabrak, saya hampir jatuh. Si penabrak yang tidak lain adalah anak muda yang gelisah dan mondar-mandir di depan rumah itu, meminta maaf dan bergegas mendahului saya. Saya jengkel, apalagi begitu sampai di rumah saya tahu dompet yang disimpan di kantong plastik, disatukan dengan bumbu kue, telah raib. Dan hari ini, lelaki yang gelisah dan si penabrak yang mencopet itu, mengembalikan dompet saya lewat celah di atas pintu. Setelah saya periksa, uang tiga ratus ribu lebih, cincin emas yang selalu saya simpan di dompet bila bepergian, dan surat-surat penting, tidak ada yang berkurang.
Lama saya melihat dompet itu dan melamun. Seperti dalam dongeng. Seorang anak muda yang gelisah, yang siapa pun saya pikir akan mencurigainya, dalam situasi perekonomian yang morat-marit seperti ini, mengembalikan uang yang telah digenggamnya. Bukankah itu ajaib, seperti dalam dongeng. Atau hidup ini memang tak lebih dari sebuah dongengan?
Bersama dompet yang dimasukkan ke kantong plastik hitam itu saya menemukan surat yang dilipat tidak rapi. Saya baca surat yang berhari-hari kemudian tidak lepas dari pikiran dan hati saya itu. Isinya seperti ini:
> --------------------------------------
"Ibu yang baik, maafkan saya telah mengambil dompet Ibu. Tadinya saya mau mengembalikan dompet Ibu saja, tapi saya tidak punya tempat untuk mengadu, maka saya tulis surat ini, semoga Ibu mau membacanya.Sudah tiga bulan saya berhenti sekolah. Bapak saya di-PHK dan tidak mampu membayar uang SPP yang berbulan-bulan sudah nunggak, membeli alat-alat sekolah dan memberi ongkos. Karena kemampuan keluarga yang minim itu saya berpikir tidak apa-apa saya sekolah sampai kelas 2 STM saja. Tapi yang membuat saya sakit hati, Bapak kemudian sering mabuk dan judi buntut yang beredar sembunyi-sembunyi itu.
Adik saya yang tiga orang, semuanya keluar sekolah. Emak berjualan goreng-gorengan yang dititipkan di warung-warung. Adik-adik saya membantu mengantarkannya. Saya berjualan koran, membantu-bantu untuk beli beras. Saya sadar, kalau keadaan seperti ini, saya harus berjuang lebih keras. Saya mau melakukannya. Dari pagi sampai malam saya bekerja.
Tidak saja jualan koran, saya juga membantu nyuci piring di warung nasi dan kadang (sambil hiburan) saya ngamen. Tapi uang yang pas-pasan itu (Emak sering gagal belajar menabung dan saya maklum), masih juga diminta Bapak untuk memasang judi kupon gelap. Bilangnya nanti juga diganti kalau angka tebakannya tepat. Selama ini belum pernah tebakan Bapak tepat. Lagi pula Emak yang taat beribadah itu tidak akan mau menerima uang dari hasil judi, saya yakin itu.
Ketika Bapak semakin sering meminta uang kepada Emak, kadang sambil marah-marah dan memukul, saya tidak kuat untuk diam. Saya mengusir Bapak. Dan begitu Bapak memukul, saya membalasnya sampai Bapak terjatuh-jatuh. Emak memarahi saya sebagai anak laknat. Saya sakit hati. Saya bingung. Mesti bagaimana saya?
Saat Emak sakit dan Bapak semakin menjadi dengan judi buntutnya, sakit hati saya semakin menggumpal, tapi saya tidak tahu sakit hati oleh siapa. Hanya untuk membawa Emak ke dokter saja saya tidak sanggup. Bapak yang semakin sering tidur entah di mana, tidak perduli. Hampir saya memukulnya lagi. Di jalan, saat saya jualan koran, saya sering merasa punya dendam yang besar tapi tidak tahu dendam oleh siapa dan karena apa. Emak tidak bisa ke dokter. Tapi orang lain bisa dengan mobil mewah melenggang begitu saja di depan saya, sesekali bertelepon dengan handphone. Dan di seberang stopan itu, di warung jajan bertingkat, orang-orang mengeluarkan ratusan ribu untuk sekali makan.
Maka tekad saya, Emak harus ke dokter. Karena dari jualan koran tidak cukup, saya merencanakan untuk mencopet. Berhari-hari saya mengikuti bus kota, tapi saya tidak pernah berani menggerayangi saku orang. Keringat dingin malah membasahi baju. Saya gagal jadi pencopet. Dan begitu saya melihat orang-orang belanja di toko, saya melihat Ibu memasukkan dompet ke kantong plastik. Maka saya ikuti Ibu. Di atas jembatan penyeberangan, saya pura-pura menabrak Ibu dan cepat mengambil dompet. Saya gembira ketika mendapatkan uang 300 ribu lebih.Saya segera mendatangi Emak dan mengajaknya ke dokter. Tapi Ibu,
Emak malah menatap saya tajam. Dia menanyakan, dari mana saya dapat uang. Saya sebenarnya ingin mengatakan bahwa itu tabungan saya, atau meminjam dari teman. Tapi saya tidak bisa berbohong. Saya mengatakan sejujurnya, Emak mengalihkan pandangannya begitu saya selesai bercerita.
Di pipi keriputnya mengalir butir-butir air. Emak menangis. Ibu, tidak pernah saya merasakan kebingungan seperti ini. Saya ingin berteriak. Sekeras-kerasnya. Sepuas-puasnya. Dengan uang 300 ribu lebih sebenarnya saya bisa makan-makan, mabuk, hura-hura. Tidak apa saya jadi pencuri. Tidak perduli dengan Ibu, dengan orang-orang yang kehilangan. Karena orang-orang pun tidak perduli kepada saya.
Tapi saya tidak bisa melakukannya. Saya harus mengembalikan dompet Ibu. Maaf."
> --------------------------------------
Surat tanpa tanda tangan itu berulang kali saya baca. Berhari-hari saya mencari-cari anak muda yang bingung dan gelisah itu. Di setiap stopan tempat puluhan anak-anak berdagang dan mengamen. Dalam bus-bus kota. Di taman-taman. Tapi anak muda itu tidak pernah kelihatan lagi.Siapapun yang berada di stopan, tidak mengenal anak muda itu ketika saya menanyakannya. Lelah mencari, di bawah pohon rindang, saya membaca dan membaca lagi surat dari pencopet itu. Surat sederhana itu membuat saya tidak tenang. Ada sesuatu yang mempengaruhi pikiran dan perasaan saya. Saya tidak lagi silau dengan segala kemewahan. Ketika Kang Yayan membawa hadiah-hadiah istimewa sepulang kunjungannya ke luar kota, saya tidak segembira biasanya.Saya malah mengusulkan oleh-oleh yang biasa saja.
Kang Yayan dan kedua anak saya mungkin aneh dengan sikap saya akhir-akhir ini. Tapi mau bagaimana, hati saya tidak bisa lagi menikmati kemewahan. Tidak ada lagi keinginan saya untuk makan di tempat-tempat yang harganya ratusan ribu sekali makan, baju-baju merk terkenal seharga jutaan, dan sebagainya. Saya menolaknya meski Kang Yayan bilang tidak apa sekali-sekali.
Saat saya ulang tahun, Kang Yayan menawarkan untuk merayakan di mana saja.Tapi saya ingin memasak di rumah, membuat makanan, dengan tangan saya sendiri. Dan siangnya, dengan dibantu Bi Nia, lebih seratus bungkus nasi saya bikin. Diantar Kang Yayan dan kedua anak saya, nasi-nasi bungkus dibagikan kepada para pengemis, para pedagang asongan dan pengamen yang banyak di setiap stopan.
Di stopan terakhir yang kami kunjungi, saya mengajak Kang Yayan dan kedua anak saya untuk makan bersama. Diam-diam air mata mengalir dimata saya.Yuni menghampiri saya dan bilang, "Mama, saya bangga jadi anak Mama."
Dan saya ingin menjadi Mama bagi ribuan anak-anak lainnya.

(Author Unknown)

Read More..

Kamis, 17 Desember 2009

Stres? Coklat Hitam Akan Membantu

Switch to Bahasa Inggris

Sebatang kecil coklat hitam sehari akan membantu anda mengatasi tekanan, demikian sebuah penelitian kecil yang dilakukan beberapa peneiliti internasional. Peneliti Jerman dan Swiss menemukan bahwa mengkonsumsi sekurangnya 40 gram coklat hitam setiap hari selama dua minggu akan menurunkan tingkat stres pada orang-orang yang memiliki resiko stres tinggi.

Coklat hitam yang kaya akan kandungan bioaktif secara pasrsial akan memperbaiki keseimbangan tubuh dalam menghadapi tekanan, dan secara alami pula akan mengurangi stres yang dialami tubuh. “Penelitian menunjukkan bukti kuat bahwa konsumsi 40 gram selama 2 minggu cukup memodifikasi metabolisme para relawan yang menjadi obyek penelitian,” tulis ketua penelitian tersebut Sunil Kochhar dari Nestle Research Center di Lausanne di Swiss.

Penelitian yang dipublikasikan dalam ASC's Journal of Proteome Research menyebutkan terdapat bukti ilmiah yang cukup kuat bahwa antioksidan dan unsur lain dalam coklat hitam dapat mengurangi faktor resiko penyakit jantung dan penyakit lain.

Penelitian dilakukan pada 30 orang yang memiliki kadar kecemasan rendah sampai tinggi dengan mengukur kadar hormon stress pada darah dan urin yang sampelnya diambil beberapa kali dalam sehari untuk mengukur perubahan metabolisme yang terjadi. Pada para relawan tersebut diberikan 20 gram coklat hitam pada pagi dan sore sebagai camilan.

Penelitian mengungkap orang-orang dengan ciri kecemasan tinggi akan memiliki profil metabolisme yang berbeda dan perubahan metabolisme terjadi sangat jelas setelah mengkonsumsi coklat hitam selama dua minggu dimana tingkat stres menurun dan indikator biokimia lain yang berhubungan dengan stres juga menurun.

Meski demikian mereka menyebutkan bahwa diperlukan penelitian lebih lanjut meskipun banyak ahli gizi menyebutkan bahwa coklat mengandung banyak lemak dan terlalu banyak hal yang menyebabkan permasalahan berat badan.

Read More..

Selasa, 08 Desember 2009

Mengunyah Permen Karet Ditengarai Percepat Penyembuhan Bedah Caesar

Switch to Bahasa Inggris

Mengunyah permen karet rendah gula ditengarai mampu membantu penyembuhan perut ibu melahirkan pasca bedah Caesar. Peneliti Mesir menemukan bahwa pemberian permen karet tersebut membantu memulihkan fungsi usus normal dan memperpendek waktu tinggal di rumah sakit.

Seperti halnya pembedahan lainnya, bedah Caesar juga membuat fungsi usus dan pencernaan menjadi lamban untuk beberapa waktu yang menyebabkan timbulnya gas dan sembelit.

Dengan mengunyah permen karet akan membantu memicu respons sistim syaraf dan pelepasan hormone pencernaan yang menstimulasi aktivitas perut untuk bekerja, demikian menurut Dr Karim Abd El-Maeboud dan koleganya di Universitas Ain Shams Kairo.

Hasil penelitian yang dimua dalam jurnal kebidanan BJOG, yang melibatkan 200 ibu yang mengalami bedah Caesar dan bius. Secara acak, separuh dari responden tersebut diberikan permen karet tanpa gula untuk dikunyah selama 15 menit setiap dua jam setelah pembedahan Caesar, sementara separuh responden diberlakukan perawatan standar yang meliputi bangun dari tempat tidur dan berlatih berjalan untuk mendorong usus bergerak kembali.

Secara umum mereka menemukan bahwa responden yang mengunyah permen karet akan lebih cepat mendapatkan aktivitas usus kembali normal. Rata-rata mereka akan mengalami BAB pertama 21 jam setelah bedah Caesar dibanding 30 jam pada responden yang melalui perawatan standar. Mereka juga lebih cepat meninggalkan rumah sakit yakni hanya 41 jam setelah proses melahirkan dibanding 50 jam pada ibu dengan perawatan standar.

Lebih lanjut Abd El Maeboud menjelaskan bahwa penelitian ini masih dini dan memerlukan penelitian lanjutan terutama mengenai efek akibat perbedaan anastesi/bius total atau lokal selama operasi Caesar tersebut. Bius lokal yang meliputi blok epidural dan tulang belakang diperkirakan akan dipengaruhi aktivasi sistim saraf dengan mengunyah permen karet.

Read More..

Rabu, 11 November 2009

Terapi Hormon, Solusi Hadapi Menopause

Switch to Bahasa Inggris

Menopause adalah peristiwa alami yang pasti akan dihadapi wanita/ibu. Meskipun hal ini sudah sangat disadari para wanita dan ibu, selalu saja ada kekhawatiran dan ketakutan yang menghantui. Menopause biasanya datang saat usia wanita/ibu mencapai 50an atau ketika diangkatnya ovarium yang menyebabkan datang bulan terhenti secara permanen. Dari ancaman keropos tulang sampai turunnya gairah seksual, dan yang lebih serius lagi adalah turunnya kualitas hidup wanita/ibu menopause karena kekhawatiran psikologis akibat banyaknya dampak fisik yang harus diderita.

“Banyak wanita/ibu menopause yang hidup dengan berbagai obat karena banyaknya keluhan fisik yang dirasakan akibat menopause tersebut. Padahal bila wanita/ibu menopause mau menyadari dan terbuka, sesungguhnya penyebab utama dari penurunan kondisi fisik tersebut sebagian besar disebabkan karena berkurangnya hormon estrogen itu sendiri sebagai dampak berhentinya menstruasi,” ungkap Prof. Dr. Ali Baziad, SpOG (K).

Obat-obatan pengganti hormon ini diperlukan agar kebutuhan estrogen pada wanita/ibu menopause tetap terpenuhi sama seperti saat masih mengalami menstruasi. Hanya saja masih terdapat resistensi dan ketakutan pada wanita/ibu menopause akan dampak negatif dari obat-obatan hormon tersebut seperti terejadinya kegemukan dan kekhawatiran akan kanker payudara dan tekanan darah tinggi.

Saat ini solusi pengganti hormon estrogen pada wanita/ibu menopause sudah memasuki babak baru dengan Terapi Sulih Hormon (TSH) dengan tambahan 2mg Drospirenone disamping 1mg 17β estradiol atau yang biasa dikenal dengan nama estrogen. Drospirenone ini diharapkan akan mampu menangkal peningkatan berat badan, tekanan darah tinggi dan peningkatan kadar kolesterol yang dialami wanita/ibu menopause yang hanya mengkonsumsi TSH estradiol saja.

Idealnya TSH ini dilakukan dalam waktu 5 sampai 6 tahun saat wanita/ibu tidak lagi mengalami menstruasi selama satu sampai dua tahun. Hal ini dilakukan agar kondisi tubuh wanit/ibu tetap terjaga dan terapi dilakukan saat segala kondisi fisik masih memungkinkan untuk pemberian TSH tersebut.

Saat ini penatalaksanaan pemberian TSH pada wanita/ibu menopause sudah baku dan dapat diberikan oleh setiap dokter yang telah melalui sertifikasi. Sertifikasi ini sendiri dilakukan oleh PERMI (Perkumpulan Menopause Indonesia) yang merupakan perkumpulan para praktisi dan pemerhati di bidang medis khususnya mengenai permasalahan menopause ini.

Sertifikat ini akan memberikan keleluasaan pada dokter untuk mengetahui kondisi fisik wanita/ibu menopause sebelum memberikan resep TSH agar tidak terjadi kontra indikasi. Kontra indikasi untuk pasien TSH itu sendiri antara lain adalah pasien dengan kanker payudara, lever akut, kanker otak dan kanker rahim. Wanita/ibu menopause yang telah lengkap dengan pemeriksaan menyeluruh akan diberikan TSH dengan percobaan satu bulan. Bila TSH tersebut cocok, maka akan diberikan kemudian untuk TSH selama 6 bulan dan bila dimungkinkan diberikan TSH untuk 5 sampai 6 tahun resep tanpa harus kontrol.

Untuk wanita/ibu dengan menopause dini seperti diangkatnya ovarium, radiasi atau sebab lain maka tidak ada pilihan Terapi sulih hormon adalah kebutuhan yang mendesak, demikian penekanan Prof. Dr. Ali Baziad, SpOG (K).

Read More..