Tampilkan postingan dengan label seksual. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label seksual. Tampilkan semua postingan

Senin, 18 Mei 2009

Diabetes Mempengaruhi Kualitas Seksual Wanita

Switch to Bahasa Inggris

Sekitar sepertiga wanita yang menderita diabetes tipe 1 diperkirakan mengalami kesulitan dalam menjalani hubungan intim dengan pasangannya, demikian penelitian terbaru menyebutkan. Penelitian tersebut menemukan bahwa depresi menjadi faktor kunci pada wanita yang menyebabkan terjadinya masalah pada kehidupan seksualnya. Walaupun pada pria terjadi hal yang sama tapi tidak menimbulkan akibat yang signifikan.

Penelitian yang dimuat dalam jurnal Diabetes Care melibatkan 652 wanita dengan diaabetes tipe 1. Setelah 10 tahun kemudian responden mengisi kuesioner dan menjalani pemeriksaan fisik, evaluasi psikis dan tes laboratorium. “35 persen wanitanya diklasifikasikan menderita disfungsi seksual”, ungkap Dr. Paul Enzlin dari Universitas Leuven Belgia.

Masalah yang dilaporkan ini termasuk hilangnya hasrat (57 persen), masalah dengan orgasme 51 persen, kurangnya pelumasan 47 persen, berkurangnya rangsangan 38 persen dan nyeri 21 persen.

Pada analisis awalnya disfungsi seksual dihubungakan dengan usia manula, tidak menikah, pasca menopause, masalah sirkulasi darah dan depresi. Setelah penelitian didalam ternyata hanya depresi dan status perkawinan saja yang berhubungan secara khusus pada terjadinya disfungsi seksual.

Dalam kesimpulannya Enzlin dkk menyabutkan, “wanita dengan diabetes tipe 1 sebaiknya secara berkala mencari solusi atas gejala depresi yang menghinggapinya, disfungsi seksual dan kepuasan seksual yang dialaminya.”

Read More..

Selasa, 20 Januari 2009

Disfungsi Seksual Wanita

Switch to Bahasa Inggris

Saat anda mengalami masalah dalam kehidupan seksual, maka itulah saat anda mengalami ‘disfungsi seksual’. Pria dan wanita sama-sama dapat mengalaminya hanya pada masalah yang berbeda. Terdapat empat kemungkinan disfungsi seksual pada wanita, antara lain:
• Kelainan hasrat. Saat anda mulai tidak tertarik pada hubungan intim atau berkurangnya frekuensi hubungan intim dari yang sebelumnya.
• Kelainan respon seksual. Saat anda tidak merasakan respon seksual pada tubuh anda.
• Kelainan orgasme. Saat anda tidak dapat mencapai orgasme atau nyeri pada saat orgasme.
• Nyeri. Merasakan nyeri pada salah satu bagian tubuh saat hubunan intim atau setelahnya.

Penyebab disfungsi seksual

Disfungsi seksual disebabkan oleh banyak hal. Diantaranya adalah pemakaian kontrasepsi atau pengobatan kemoterapi, penyakit seperti diabetes atau tekanan darah tinggi, konsumsi alkohol yang berlebihan atau infeksi organ intim. Depresi dan trauma juga dapat menjadi salah satu penyebab.

Berkurangnya hasrat saat mengandung, sehabis melahirkan atau saat menyusui.Pada wanita yang telah mengalami menopause diantaranya kekeringan organ intim atau nyeri saat hubungan intim karena berkurangnya hormon estrogen.

Stres juga dapat menyebabkan berkurangnya keinginan untuk melakukan hubungan intim dengan pasangan. Kelelahan akibat pekerjaan atau mengurus keluarga. Atau disfungsi seksual justru terjadi karena kebosanan atas rutinitas kehidupan intim.

Apa yang harus saya lakukan?

Jika masalahnya adalah hasrat yang berkurang, maka cobalah untuk merubah rutinitas kehidupan intim anda. Cobalah berhubungan itim dengan pasangan pada waktu yang berbeda dari biasanya atau lakukan dengan posisi yang berbeda dan ciptakan variasi dari yang biasa dilakukan.

Jika masalahnya adalah tubuh anda tidak berespon saat menghadapi rangsangan, cobalah gunakan bantuan cairan tambahan untuk mengatasi kekeringan organ intim. Jika anda telah mengalami menopause, konsultasikan pada ahlinya untuk kemungkinan mengkonsumsi obat khusus untuk menangani hormon estrogen.

Jika masalahnya pada orgasme, maka mungkin anda belum cukup dalam melakukan pemanasan/foreplay. Lakukan rangsangan yang cukup pada organ intim oleh pasangan atau anda sendiri. Informasikan pada pasangan anda titik rangsangan yang dapat membuat anda cepat ‘melayang’.

Jika masalahnya adalah nyeri saat berhubungan intim, maka coba lakukan hubungan intim dengan posisi yang berbeda. Cobalah wanita untuk lebih aktif dan mengontrol permainan dengan posisi di atas. Posisi ini akan membantu anda menghindari nyeri yang mungkin akan anda alami.

Pelajari dan amati kebiasaan tubuh anda. Bila perlu tanyakan pada dokter tentang terapi obat, penyakit, umur, kehamilan atau menopause yang mungkin berakibat pada aktifitas seksual anda.

Bantuan obat-obatan

Jika anda telah mengalami menopause atau diangkatnya kandungan, maka mengkonsumsi hormon estrogen akan dapat membantu. Konsultasikan ke ahli atau dokter dosis yang mungkin anda perlukan.

Peran pasangan

Bicarakan dan diskusikan dengan pasangan tentang apa yang anda suka dan tidak sukai, atau apa yang ingin anda lakukan dan coba. Bantuan dari pasangan sangat tinggi manfaatnya. Dan ingat diskusi dan dialog ini sangat penting untuk mempertemukan keinginan dan ketidakinginan anda dan pasangan anda. Hormati keinginan dan ketidakinginan pasangan.


Nazz/familydoctor.org

Read More..